Select Page

Pembicaraan suatu pagi di abang-abang tukang sayur,

“Eh Mbak anaknya sudah bisa apa sekarang?”
“Alhamdulillah anak Saya sudah bisa jalan sekarang”
“Wah syukur deh, kalau anak Saya sudah bisa bicara sekarang. Manggil manggil mama gitu. Kalau anaknya Mbak sudah bisa juga belum?”
“Belum nih bu, baru bersuara-suara aja sih”
“Wah kok telat ya, padahal kan seumuran anak Saya”
“___________________”

Kurang lebih seperti ini nih repotnya, kalau kita punya anak yang sebaya dengan tetangga sendiri. Pasti ada saja komentar-komentar mereka yang membuat kita jadi khawatir tentang perkembangan si kecil. Kenapa ya kok si kecil belum bisa ini itu? kok si kecil nggak bisa seperti anak tetangga sih? Eits.. santai dulu ya BuIbu. Sebagai seorang Ibu yang baik kita nggak boleh nih mudah baper dengan komentar tetangga tentang anak kita. Jangan bangunkan jiwa kompetitif kita hanya untuk mencapai ekspektasi orang lain ya. Fokus saja Moms dengan pertumbuhan si kecil. Karena sebenarnya menjadi ibu adalah sebuah perjalanan, bukan lomba lari. Semua punya rute dan tujuan masing-masing.