Select Page

Belum 2 tahun saya menjadi seorang Ibu rasanya sudah tak terhitung suka duka yang saya alami. Duka terdalam pernah saya alami saat si kecil harus dirawat dirumah sakit lantaran kesehatannya yang terganggu. Serasa ditampar ribuan mertua *eh!* pipi ini rasanya panas terus karena air mata saya yang tidak mau berhenti mengalir. Menyesal kenapa kejadian ini bisa menimpa anak saya. Kenapa kok saya tidak lebih hati-hati dalam menjaga si kecil? Kenapa harus si kecil yang sakit bukannya saya? Dan ratusan atau bahkan ribuan pertanyaan lain di kepala saya yang berkeliaran sebagai ungkapan kemarahan dan kekecewaan teramat besar pada diri sendiri.

Ah.. mungkin saya sudah tidak bisa hidup lagi kalau ternyata kondisi si kecil semakin memburuk. Hanya bisa meratapi kegagalan sebagai seorang ibu dan menghabiskan sisa waktu dengan sebuah penyesalan, mungkin? Mungkin saja. Tapi beruntung itu hanyalah pikiran buruk saya. Ada suami, keluarga, dan senyuman si kecil yang kembali menyadarkan saya bahwa semua badai pasti akan berlalu. Bahwa ada banyak masa-masa menyenangkan yang saya habiskan dengan si kecil dan keluarga. Begitu banyak sebuah pencapaian-pencapaian kecil dalam keseharian yang sebenarnya menunjukkan bahwa saya adalah seorang ibu yang baik. Seorang ibu yang berhasil, dan seorang ibu yang masih belajar tentunya. Karena itu BuIbu, yuk belajar menerima ketidaksempurnaan kita sebagai seorang ibu. Hanya dengan penerimaan itu lah kita akan lebih termotivasi lagi untuk menjadi yang terbaik demi si kecil.

Setuju? Ingat ya BuIbu… Kamu tidak sendirian!