Select Page

Apa pun metode MPASI yang dipilih, rasanya hampir semua ibu pernah dilanda fase GTM, nih. Ada yang sudah tahu belum apa itu fase GTM?

Jadi, ibu-ibu, fase GTM ini adalah tahapan ketika si kecil akan sering menolak makanan dan melancarkan Gerakan Tutup Mulut. Yap. Fase yang dikisahkan dalam Komik Persatuan Ibu-Ibu karya Puty Puar dengan gaya doodle lucu nan gemas ini memang sudah jadi keresahan tersendiri, ya, untuk ibu-ibu di seluruh penjuru dunia.

Bagaimana tidak? Anak-anak yang berada pada fase GTM ini, kan, sebenarnya sedang butuh banyak asupan makanan seiring dikuranginya porsi ASI yang diberikan. Namun, dalam kenyataannya MPASI sering bikin kita adem-panas karena si kecil yang tidak semangat dalam mengenal rasa baru. Biasanya, hal ini terjadi karena anak belum siap untuk MPASI, Bu, … sehingga menjadi sangat rewel dan pemilih terhadap makanan yang diberikan. Ujung-ujungnya mereka akan tutup mulut atau bahkan menangis dan menangkis semua makanan yang disuapkan, deh.

Lalu, kalau sudah begini, apa yang harus ibu-ibu lakukan?

Kalau Puty Puar sih, jawabannya sudah pasti harus “legawa”, ya. Legawa dalam arti menjadi tempat pembuangan akhir si kecil. Hehehe. Meskipun rasa makanannya kurang bumbu, kurang pedas, dan cenderung tawar, ibu-ibu harus ikhlas, nih, menghabiskannya. Hitung-hitung memperbaiki gizi dan melancarkan program diet lah, ya. Itulah kenapa ketika si kecil sudah mulai berada pada fase GTM, ibu-ibu berhak mendapatkan medali Aktivis Tutup Mulut dan free pas untuk bergabung dalam Persatuan Ibu-Ibu Makan Sisa Punya Anak.

Nah, karena sudah resmi menjadi anggota dan mendapatkan medali, ibu-ibu juga wajib membekali diri dengan pengetahuan mengenai kenapa, sih, sebenarnya anak-anak susah makan saat MPASI? Dan, berikut adalah alasan yang dikutip melalui laman HaiBunda.com dari hasil wawancaranya bersama dr. Putri Maharani Trsitanita Marsubrin, Sp.A.

Sudah kenyang

Ketika si kecil menolak saat diberikan makanan, bisa jadi hal ini disebabkan si kecil sudah telanjur kenyang setelah menyusu kepada Ibu. Jadi, penting sekali nih, bagi ibu-ibu untuk memperhatikan interval atau durasi pemberian makan kepada si kecil agar tidak muntah.

Bosan

Ibu-ibu pernah, nggak sih, merasa bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja? Nah, sama halnya dengan anak nih, Bu. Mereka juga bisa kehilangan nafsu makan ketika merasakan kebosanan dengan menu makanan yang itu-itu saja. Solusinya, ibu-ibu bisa mengganti menu makanan sehari sekali dan bila senggang bisa berkreasi dengan bentuk makanan yang beraneka ragam.

Belum siap MPASI

Usia berapa, sih, anak kita siap untuk diberikan MPASI, ibu-ibu? Pasti semuanya akan menjawab 6 bulan. Ya, sebenarnya tidak salah, tetapi perlu dilihat juga, benar enggak sih, anak kita yang sudah berusia 6 bulan berarti sudah pasti siap dengan MPASI? Nyatanya tidak semua anak pada usia 6 bulan sudah siap, ya. Karena semua anak punya waktunya sendiri-sendiri untuk bisa berkembang. Jadi, sebagai ibu-ibu yang baik kita enggak boleh terlalu terpaku dan beracuan dengan perkembangan anak lain, ya. Apalagi untuk kesiapan MPASI, nih. Sebaiknya ibu-ibu sebelum memberikan MPASI kepada si kecil, perhatikan dulu beberapa indikator kesiapannya.

Untuk mengetahui kesiapan anak diberikan MPASI kapan, ibu-ibu bisa melakukan pengamatan pada beberapa aspek penting, seperti kontrol kepala si kecil apakah sudah baik atau belum, si kecil mulai refleks menjulurkan lidah, aktivitas menyusu yang meningkat, dan mulai tertarik dengan makanan orang lain.

Ketika keempat ciri-ciri itu terpenuhi, baru deh, ibu-ibu bisa mulai menjalankan MPASI. Karena ketika anak mampu mengontrol kepala dengan baik, struktur tulang mereka sudah mulai kuat dan si kecil mampu duduk, tegak, dan menopang kepalanya sendiri sehingga saat diberikan MPASI, anak tidak akan tersedak. Dan, ketika si kecil sudah mulai refleks menjulurkan lidah, para dokter menyebut kondisi ini sebagai extrusion reflex yang berarti refleks muntah ataupun gag refleks anak sudah melemah.

Jika merasa terbebani karena si kecil menolak MPASI sedangkan anak-anak yang lain sudah terbiasa, jangan khawatir dan tetap semangat ya, ibu-ibu. Sebab, ibu-ibu tidak sendirian! (Baca juga trik jitu mengatasi anak yang susah diberi MPASI disini)

Banyak juga, kok, yang seperti ibu-ibu juga. Oleh karena itu, Puty Puar menuliskannya dalam sebuah komik ibu-ibu dengan tujuan menjadi penyemangat sekaligus reminder bahwa ibu-ibu juga manusia yang boleh merasa kurang dalam mengasuh anak. Bahwa komik ini khusus untuk mengajak ibu-ibu berjuang bersama menerima perbedaan pola asuh dan memilih berjuang bersama-sama demi terciptanya ketenteraman batin dalam menjalani motherhood ini.

Selain itu, masih dalam topik fase GTM, ibu-ibu harus tetap semangat dan legawa, ya! Karena perlu diingat MPASI ini adalah Makanan Pendamping Asi alias Makanan Pendamping. Jadi, sudah semestinya memang dipraktikkan sebagaimana artinya dan justru bukan jadi beban jika memang si kecil belum merespons. Biarkan si kecil belajar dan berproses menerima makanan sesuai dengan waktunya masing-masing.

 

 

Sumber foto : www.unsplash.com

Referensi :