Select Page

Menjadi seorang ibu bisa jadi merupakan hal yang paling diinginkan oleh sebagian perempuan. 9 bulan masa perjuangan melawan rasa tidak nyaman, ternyata tak serta merta berhenti setelah melahirkan ya. Justru saat itulah menjadi awal dari segala perjuangan sesungguhnya menjadi seorang ibu dimulai.

Berikut adalah beberapa hal baru yang akan dialami oleh seorang ibu setelah melahirkan, yang mungkin tak akan pernah terbayangkan sebelumnya.

Kamu pernah mengalami yang mana nih?

1. Merasa tidak menarik
Akan ada banyak perasaan negatif timbul pada diri seorang ibu setelah melahirkan. Semua akibat perubahan yang begitu tiba-tiba terjadi, baik itu perubahan fisik, perubahan hormon hingga perubahan emosi. Perut menggelambir, stretch marks dan selulit di mana-mana, dagu yang masih berlipat-lipat, payudara mengendur, dan seterusnya. Ditambah dengan kelelahan luar biasa karena harus merawat si kecil yang selama 24 jam penuh membutuhkan perhatiannya.

Well, Mengapa tak biarkan saja fisik berubah? Biarkan saja emosi juga menyesuaikan. Semua adalah tahapan yang wajar. Banyak ibu lain juga merasakan hal yang sama. Percayalah, Anda tak sendirian.

2. Merasa depresi
Yah, namanya juga baru saja punya momongan. Layaknya orang yang baru pacaran, ibu dan bayinya perlu waktu untuk PDKT alias pendekatan. Sementara, proses penyesuaian diri ini tak selamanya mudah, bahkan mungkin ibu akan mengalami baby blues atau malah depresi. Stres dan tertekan adalah perasaan-perasaan yang wajar terjadi pada ibu setelah melahirkan. Stres kadang muncul akibat obsesi terhadap bayi yang tak bisa dikontrol. Hal ini terjadi karena ikatan batin antara ibu dan bayi masih baru terbentuk. Ibu kadang masih belum mengerti apa mau si kecil, sedangkan si kecil sudah jengkel mengapa ibunya tak mengerti juga akan kebutuhannya.

Proses penyesuaian diri ini memang membutuhkan waktu. Tak perlu merasa cemas, yang penting tetaplah tenang saat merawat si kecil. Perhatikan apa yang ia suka, dan tidak ia sukai. Lambat laun, Anda akan mengerti dengan sendirinya, apa yang dibutuhkan oleh si kecil.

3. Merasa takut

Pernahkah mendengar kutipan berikut?

“The moment a child is born, the mother is also born. She never existed before. A mother is something absolutely new”

Dikaruniai seorang bayi mungil membuat seorang ibu menjadi manusia baru. Ada peran baru yang harus dijalani, ada dunia baru yang harus dijelajahi. Dan, wajar jika hal ini sedikit menakutkan. Selama hamil—atau bahkan mulai sebelum hamil—barangkali seorang ibu sudah khatam berbagai buku tentang bayi. Sudah pula menjadi pembaca tetap dan setia artikel-artikel parenting yang bisa diakses dengan mudahnya di internet. Tapi sering kali apa yang sudah dipelajari situasinya berbeda
180 derajat begitu dijalani. Tiba-tiba saja semua teori itu tak berguna lagi. Karena itu, sebaiknya seorang ibu setelah melahirkan harus siap berimprovisasi mencari solusi untuk kesulitan yang kita hadapi. Percayalah, semua akan bisa diatasi dan akan baik-baik saja.

4. Menjadi sangat defensif
Seorang ibu baru juga harus siap dengan komentar orang lain yang tak selamanya setuju dengan apa yang dipahami dan lakukan. Sebut saja, perang antar ibu soal menyusui dan tak menyusui, melahirkan vaginal dan operasi caesar, bekerja atau di rumah, dan masih banyak lagi. Semua itu—baik secara sadar atau tidak—membuat para ibu baru menjadi kebingungan, dan akhirnya merasa tertekan. Akhirnya menjadi defensif karena tak ingin pengetahuannya dipandang sebelah mata. Pastinya tak ada seorang ibu pun yang mau dianggap tak becus.

Sebenarnya, hal ini tak perlu terlalu dirisaukan. Tanamkan dalam pikiran, bahwa “My kid is myrules”

Hanya ibulah yang tahu apa yang terbaik bagi bayinya. Orang lain tidak tahu. Lagi pula kondisi setiap ibu dan keluarga juga berbeda, tak bisa disamaratakan. Jadi, tak perlu defensif. Terima saja saran yang datang, jika baik maka lakukan. jika kurang cocok, tinggalkan.

5. Merasa selalu kelelahan
Hampir semua ibu baru merasa yakin kalau dirinya mampu melakukan semua hal sendirian. Sebagian dari mereka melakukannya demi pembuktian bahwa mereka bisa menjadi ibu yang baik dan sempurna. Tapi, sebenarnya tak pernah ada ibu yang sempurna. Seorang ibu tetaplah seorang wanita yang membutuhkan bantuan. Kenyataan ini bisa memicu emosi negatif untuk muncul. Ada perasaan marah, sedih, dan kecewa yang akhirnya menyergap datang. Bagaimanapun, seorang ibu juga butuh istirahat, merebahkan diri sejenak, berlama-lama merawat diri sendiri di kamar mandi, atau membaca novel sendirian di teras belakang. Lagi pula, seorang ibu juga tak akan bisa seharian meninggalkan bayinya. Nalurinya akan selalu memanggil jika si kecil membutuhkan.

Segera meminta bantuan pada suami, atau pada anggota keluarga lain jika sudah mulai kelelahan, dan istirahatlah.

Nah, itu dia 5 hal baru yang dialami oleh seorang ibu setelah melahirkan, yang mungkin tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Tenang, lagi-lagi Anda hanya harus mengingat, bahwa Anda tak sendirian menjalaninya. Ratusan, ribuan, jutaan ibu lain juga mengalami hal yang sama, dan mereka bisa melewatinya dengan baik. Yang penting, tetaplah tenang dan ingat, bahwa ada orang-orang di sekitar Anda yang selalu siap membantu.

Seperti dalam Komik Persatuan Ibu Ibu karya Puty Puar, Anda akan diajak untuk belajar melihat perjalanan motherhood jauh lebih menyenangkan dan berwarna. Melalui kemampuan terampilnya dalam doodling, Puty mampu merangkum realita kehidupan yang sempat tersembunyi dalam Komik Ibu Ibu terbitan Bentang Pustaka dengan konsep jenaka namun tetap akan sarat nilai sosial di dalamnya.

Komik Ibu Ibu yang cocok sebagai teman curhat Anda di kala sedang jenuh dengan aktivitas!

Ayo tunggu apalagi, segera baca bukunya ya. Sudah tersedia di seluruh toko buku Indonesia!