Select Page

Halo ibu-ibu, bagaimana sudah selesai membaca Komik Persatuan Ibu-Ibu belum? Pasti tidak asing, bukan, dengan perjuangan Ibu Puty bekerja sambil mengurus si buah hati di rumah? Working mom at home itu adalah ibu yang memiliki pemasukan, tetapi bukan dari hasil bekerja di kantor. Jadi menguntungkan Bu, bisa mengatur waktu sesuka kita. Namun, bekerja di rumah bisa dibilang tricky alias susah-susah gampang. Nah, kali ini kita akan memberikan tip jitu bagi ibu-ibu yang ingin bekerja di rumah.

Membuat Jadwal

Tugas seorang ibu itu begitu kompleks sehingga mencatat apa yang akan dikerjakan setiap harinya sangat berguna agar tidak ada yang terlewat. Selain itu, membuat jadwal membuat ibu-ibu aware akan skala prioritas Ibu. Sehingga, terhindar dari kesan terburu-buru yang berakibat fatal, seperti melewatkan tugas yang ada. Ada baiknya juga membicarakan hal ini kepada suami ya, Bu, bekerja samalah dalam mengurus tugas rumah meskipun Ibu menghabiskan banyak waktu di rumah. Optimalkan kinerja Ibu saat si kecil sedang tidur siang. Seperti Bu Puty dalam Komik Persatuan Ibu-Ibu yang memanfaatkan waktu menggambar saat si kecil tidur siang, walaupun dalam waktu singkat si kecil akan kembali terbangun. Tenang, Bu. Sabar … lama-lama juga terbiasa.

Tentukan Tempat Bekerja

Saat bekerja di kantor, karyawan akan diberikan ruangan atau space tersendiri agar pekerjaan tidak terganggu dengan orang lain. Begitu juga Ibu, lo. Meskipun kerja di rumah, tempat bekerja juga penting dalam menunjang kesuksesan pekerjaan Ibu. Ada baiknya pilihlah tempat kerja yang nyaman dan tidak bising, tetapi akses untuk mengawasi si kecil mudah dijangkau supaya jika sewaktu-waktu anak memerlukan sesuatu, Ibu dapat dengan cepat merespons.

Fokus, Tetapi Jangan Lupa Diri Sendiri

Perempuan adalah salah satu contoh nyata makhluk multitasking. Namun, dalam dunia kerja, hal ini tidak efektif dan efisien. Sehingga, ada baiknya Ibu fokus dalam mengerjakan satu hal dengan maksimal agar cepat selesai dan melanjutkan ke tugas berikutnya. Namun Bu, jangan terbuai mengerjakan semuanya dalam satu waktu terus-menerus. Beri tubuh Ibu break bekerja. Jaga kesehatan dengan olahraga dan lakukan apa yang Ibu gemari. Nah, ini yang dinamakan balance. Kalau balance Ibu dijaga, otak Ibu akan lebih fresh dalam mengerjakan segala sesuatunya.

Membuat Batasan

Batasan di sini tidak hanya batas ruang kerja saja ya, Bu, tetapi batasan di mana dan kapan Ibu harus berhenti bekerja, kapan harus “tega” meninggalkan anak, atau kapan diharuskan begadang. Sebab, jika Ibu lelah, ini akan memengaruhi hubungan Ibu dengan keluarga, lo. Ibu akan menjadi letih karena kurang membagi waktu dengan adil. Tanda-tandanya bisa dilihat dari berapa kali Ibu menjadi marah karena hal-hal sepele. Kalau sudah begitu, Bu, coba deh berhenti sejenak dan pikirkan lagi mana yang harus diubah. Jangan remehkan juga kekuatan piknik dan me time lo, Bu. Terus-menerus berkutat dengan anak, rumah, keluarga, dan sekaligus pekerjaan bisa membuat Ibu stres. Sempatkan bersosialisasi dengan tetangga, atau bisa juga pergi ke luar dengan si kecil atau bahkan berdua saja dengan suami. Selain menyegarkan pikiran, hal ini dapat mempererat tali kekeluargaan. Namun, bagaimana jika Ibu tidak sempat ke luar? Jangan khawatir Bu, gunakan televisi atau gadget untuk sarana me time Ibu, seperti Ibu Puty dalam Komik Persatuan Ibu-Ibu. Gadget juga dapat menjadi wadah dalam meningkatkan informasi, jadi bisa sambil menyelam minum air.

Tidak Ada Kata “Tidak” untuk Berkembang

Kenyamanan kerja di rumah sering kali membuat Ibu lupa akan hal-hal baru di luar apa yang dilakukan Ibu sekarang ini. Berbeda dengan pegawai kantoran yang secara berkala diberikan kursus atau pelatihan pelatihan. Sebagai working mom at home, Ibulah yang harus aware dengan kebutuhan mempelajari sesuatu yang baru. Ibu bisa membaca buku atau mengakses internet mengenai pekerjaan atau pribadi Ibu. Atau, bisa juga seperti mengikuti pelatihan-pelatihan seperti workshop atau seminar yang tidak hanya meningkatkan kemampuan Ibu saja, lo, tetapi juga untuk berbagi cerita dengan Ibu yang lain. Sehingga, ada sudut pandang baru dalam meningkatkan pribadi Ibu.

 

 

 

sumber foto : www.unsplash.com