Select Page

Sibuk

Sebagian ibu bermasalah dengan manajemen waktu. Tidak hanya ibu yang bekerja di luar saja, tetapi juga ibu yang bekerja di rumah. Contohnya Puty Puar, saat membuat Komik Persatuan Ibu-Ibu, ia sempat kebingungan membagi waktu dengan anaknya yang masih kecil. Akhirnya, ia kekurangan waktu untuk bermain dengan si kecil padahal ia bekerja di rumah. Tipnya, pecah tugas-tugas rutin anda menjadi tugas kecil. Libatkan sang ayah dalam membantu pekerjaan rumah dan mengawasi si kecil, ya, Bu. Selain membantu pekerjaan ibu, kegiatan-kegiatan kecil bersama ayahnya juga mempererat ikatan dengan si kecil.

Lelah

Ini adalah permasalahan klasik para orang tua tidak menyempatkan waktu untuk bermain dengan si kecil. Apalagi bagi ibu-ibu baru yang masih dalam tahap adaptasi, pasti susah sekali mengatur waktu istirahat, bukan? Cara mudah untuk mengurangi rasa lelah adalah mencuri waktu saat si kecil tidur. Biasakan si kecil tidur dengan pencahayaan minim atau temaram. Cahaya yang minim dapat merilekskan Anda. Lampu temaram juga melatih si kecil membedakan kapan waktu beristirahat dengan waktu bermain. Makan dan minum secara teratur juga menjadi kunci agar tidak cepat lelah. Jangan menjalankan diet secara berlebihan, terutama bagi ibu yang masih memberikan asi. Diet seperlunya saja, seperti menghindari makanan berlemak dan perbanyak buah, mengonsumsi buah sebelum makan juga dapat menghindari kita dari makan berlebihan. Jangan lupa konsumsi vitamin tambahan juga, ya ….

Malas membersihkan

Sebersih apa pun Ibu, kalau punya anak kecil pasti rumah menjadi berantakan. Kalau kata Bu Puty di Komik Persatuan Ibu-Ibu, harus legowo, karena setelah dibersihkan susah-susah, pasti kembali berantakan lagi. Serajin-rajinnya orang tua dalam urusan bersih-membersihkan, pasti akan malas juga jika berurusan dengan mainan anak. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak bisa diakali, ya, Bu. Saat Ibu menemani anak bermain, ada baiknya mengajarkan kepada anak cara merapikan mainan-mainannya. Ajak ia merapikan bersama, biarkan si kecil membereskan mainan-mainan kecil. Dan, alangkah baiknya orang tua memilih tempat penyimpanan mainan yang mudah dijangkau oleh anak sehingga si kecil tidak malas mengembalikan ke tempat semula. Jika rumah Ibu tidak teralu besar, sah-sah saja, kok, menggantung keranjang mainan di tembok, tetapi ingat Bu, jangan terlalu tinggi, ya. Selain itu, Ibu juga harus aware memilah mainan yang masih terpakai dengan yang tidak. Lebih baik sumbangkan mainan anak yang sudah tidak terpakai tetapi masih bagus kepada yang membutuhkan. Hal ini mengurangi penumpukan mainan sehingga lebih mudah membersihkannya.

Anak acuh saat diajak bermain

Sering kali Ibu bingung dengan anak yang asyik sendiri dengan mainannya, padahal Ibu ada di sana untuk bermain dengan si kecil. Dipanggil pun dia cuek, tidak menengok sama sekali. Kalau sudah begini, Ibu jadi malas bermain karena menganggap si kecil sudah bisa bermain sendiri. Sebenarnya, tidak begitu juga sih, Bu. Menurut Roni Leiderman, Dekan Family Center, Nova Southearstern University di Florida, berpendapat bahwa sesungguhnya semakin lama, keinginan anak-anak prasekolah untuk bisa mandiri membuat mereka menyortir hal-hal yang tidak ingin didengarnya. Jadi, jangan bingung apalagi tersinggung ya, Bu. Ini alami, kok. Namun, tentunya hal ini juga tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ajak anak bermain dengan menggunakan kata-kata yang jelas dan spesifik, persempit apa yang ingin disampaikan. Contohnya, “Nak, ayo main lego sama Ibu.” Jangan hanya, “Ayo main!” Selain itu, gunakan suara mainan untuk memecah perhatiannya, pilih mainan yang menimbulkan suara sehingga si kecil tertarik bermain dan mendekat.

Tidak ada ide permainan yang edukatif

Tidak hanya anak, Ibu juga terkadang malas bermain dengan permainan  yang itu-itu saja. Bukan berarti Ibu harus membeli mainan baru ya, Bu. Budayakan saja apa yang ada di sekitar si kecil. Contohnya bermain air di halaman. Masukkan mainan anak yang tahan air ke dalam ember, lalu isi dengan air. Ajarkan memancing dengan cara menyeroknya dengan menggunakan mangkok. Permainan seru yang juga mempererat bonding ibu dan si kecil adalah berburu harta karun. Sembunyikan mainan kesayangan si kecil, lalu beri ia clue tetapi tetap dampingi si kecil saat hunting. Selain menyenangkan, permainan ini juga melatih pendengaran dan proses memahami perintah si kecil.

 

 

Sumber : http://www.parenting.co.id/balita/menghadapi+anak+cuek

Sumber foto : http://www.unsplash.com