Select Page

Pasti ibu-ibu pernah melihat perkumpulan ibu-ibu terlibat mom wars di medsos, bukan? Atau, malah Ibu salah satu yang terlibat? Sebenarnya, apa sih, mom wars itu? Jadi, begini lo Bu, mom wars sendiri adalah istilah dari argumen yang judgmental, kejam, dan provokatif di internet yang biasanya dilakukan oleh ibu-ibu yang tidak setuju dengan suatu
topik. Topiknya beragam, bisa seputar cara pemberian ASI dan MPASI, pola asuh, hingga ibu-ibu yang berkarier. Akibatnya, Ibu menjadi stres dan serbasalah, bahkan parahnya merasa menjadi Ibu yang buruk dibandingkan dengan ibu-ibu lainnya. Pengalaman ini juga dialami oleh Puty Puar di Komik Perstuan Ibu-Ibu yang mulai bingung karena anak teman-temannya
sudah bisa ini-itu, sedangkan anaknya belum. Belum lagi masalah pro-kontra masalah MPASI. Memang susah ya, Bu, untuk menghentikannya, tetapi bukan berarti kita tidak bisa menghadapinya, kan? Ini hal-hal yang bisa ibu-ibu lakukan agar stress-less menghadapi terpaan mom wars.

Membatasi Penggunaan Media Sosial

Suka bermain medsos sambil maskeran seperti Bu Puty dalam Komik Persatuan Ibu-Ibu juga, Bu? Memang enak dan menghemat biaya untuk ukuran refresing mata saat si kecil tidur siang. Namun, bagaimana jika timeline penuh dengan postingan-postingan toxic alias beracun yang membuat diri minder dan tidak nyaman? Bisa-bisa bukannya menjadi hiburan, malah membuat stres. Adakalanya ibu rehat sejenak dari penggunaan media sosial dan mengalokasikan waktu Ibu ke dalam hal menyenangkan lainnya. Contohnya mencoba resep baru atau menonton film bersama anak atau suami. Oh, ya, Bu, jangan ragu untuk unfollow, bahkan block orang-orang yang membawa negative vibe. It’s okay, kok, Bu mengeliminasi
kaum-kaum nyiyir dari timeline Ibu.

Everybody Is Unique

Terkadang kita suka iri dengan perkembangan anak ibu lainnya dan mulai meragukan kemampuan diri sendiri dalam mengasuh anak, eits … tunggu dulu Bu, ini lebih dari perkara becus tak becus mengasuh anak atau kemampuan anak yang kurang dari anak lainnya. Setiap manusia itu unik, begitu pun anak Ibu. Belum tentu konsep parenting yang diterapkan
seseorang bisa cocok dengan keadaan anak Anda. Pada dasarnya, anak memiliki fase dan waktu tersendiri, jadi jangan minder dulu ya, Bu.

Jangan Men-judge Jika Tak Ingin Di-judge

Ini adalah saran paling sederhana dan bisa diaplikasikan tidak hanya di case ini saja, tetapi juga dalam kehidupan sehati-hari. Judge itu berbeda dengan memberi saran. Memberi saran menggunakan bahasa yang halus dan tidak memojokkan atau tidak menghakimi keberbedaan seseorang. Berbeda dengan judge yang sering kali memojokkan dan merendahkan si lawan
bicara. Contohnya, perdebatan melahirkan lewat operasi atau melahirkan normal, banyak yang berpendapat bahwa operasi tidak membuat seorang ibu menjadi ibu yang seutuhnya dan lain-lain. Padahal, sisi motherhood seseorang tidak bisa dinilai dari pilihan seorang ibu melahirkan anaknya. Empati, inilah yang mulai hilang dari ibu-ibu zaman sekarang. Posisikan diri Ibu di sepatu lawan bicara, pantaskah saya berbicara seperti ini, apakah pembicaraan saya memojokkan lawan bicara saya? Terkadang kita berpikir aduh gitu aja kok nggak bisa sih, Bu, saya aja bisa. Bu, setop, kehidupan setiap orang berbeda sehingga kita tidak bisa menyamaratakan apa yang kita alami dengan orang lain.

Educating Yourself, Know Yourself

Daripada sibuk mendengarkan dan meladeni mom wars, ada baiknya Ibu memaksimalkan pengetahuan diri sendiri dan mengenal sejauh mana Ibu mengerti mengenai parenting. Galilah informasi sebanyak-banyaknya, baik menurut pakar dalam negeri maupun luar negeri sebagai pengetahuan dan masukan. Namun ingat, jangan terlalu terlarut, kenali juga diri Ibu
sendiri, sudah sejauh mana sih, Ibu mengerti poin penting dari parenthood dan parenting. Jangan segan-segan bertanya kepada orang tua yang notabene sudah khatam makan asin manis dalam mengasuh anak. Dalam Komik Persatuan Ibu-Ibu juga mengatakan sebanyak-banyaknya kita membaca buku, guru terbaik tetaplah diri sendiri dan orang yang pernah
mengalami sebelumnya. Jika Ibu dapat menemukan kelebihan dan kekurangan diri sendiri, Ibu dapat dengan mudah memilah mana yang cocok dan tidak untuk si kecil. Ibu juga tidak mudah minder dan galau jika berada di tengah-tengah mom wars. Jika Ibu sudah paham betul, Ibu tidak mudah terbawa arus tren ibu-ibu masa kini demi predikat mom goals. Tidak semua
Ibu memiliki kehidupan yang sempurna layaknya ibu-ibu di Instagram. Namun, jika Ibu mengedukasi diri sendiri demi tumbuh kembang si kecil, bukankah itu mom goals sebenarnya?

 

 

 

Sumber :

How to Create Unjudgemental Conversation

Mommy Wars: Berhenti Membandingkan

Sumber foto :

www.unsplash.com